Dua Wisatawan Denmark Tersesat di Jalur Trekking Jatiluwih

Eka Prasetya Mahendra

PENEBEL– Dua wisatawan asal Denmark, Philip dan Ditte dikabarkan tersesat saat mendaki Gunung Batukaru, Selasa (13/2). Dua wisatawan itu mendaki Gunung Batukaru dengan menyusuri jalur trekking Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. Mereka mendaki tanpa pemandu dan berjanji kepada sopir yang mengantar, I Made Astawa Yasa, 47, agar menunggu di Batukaru, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan. Namun Selasa malam, kedua wisatawan itu tidak kunjung datang sehingga dilaporkan ke polisi.

Pada Rabu (14/2) pagi, Pecalang Desa Pakraman Jatiluwih bersama anggota kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melakukan pencarian. Namun hingga berita ini diposting, kedua wisatawan asal wisatawan Denmark itu belum ditemukan. Menurut Astawa Yasa, kedua turis yang diantarnya ke Jatiluwih dan mendaki Gunung Batukaru memintanya menunggu di Pura Batukaru sekitar pukul 13.30 Wita. “Sampai sore mereka tak datang,” ungkapnya.

Astawa Yasa melaporkan tamunya yang tersesat ke pecalang sekitar pukul 19.40 Wita. Pecalang dan warga setempat berusaha melakukan pencarian. Namun karena kondisi gelap dan hujan deras diputuskan pencarian dihentikan. Sopir asal Banjar Bentuyung, Desa/Kecamatan Ubud, Gianyar ini mengatakan, kedua wisatawan yang diantarnya dari Ubud menuju Desa Jatiluwih menolak pemandu saat putuskan mendaki gunung. Alasannya, sudah ada teknologi yang bisa diandalkan sebagai navigasi.

Astawa mengaku sempat berkomunikasi dengan turisnya saat malam hari menggunakan telepon seluler. Mereka mengaku dalam keadaan sehat, hanya saja tak tahu posisi mereka berada karena hujan lebat dan gelap. “Mereka memutuskan diam di tempat,” imbuhnya. epm

Komentar