Kementerian Desa PDT Bantu 13 Kelompok Usaha di Pupuan

humas pemkab tabanan

PUPUAN– Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti serahkan alat bantu usaha bantuan Kementerian Desa dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal (Kemendes dan PDT) untuk warga kurang mampu di balai serbaguna Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Jumat (2/2). Alat bantu usaha ini diberikan kepada 13 kelompok usaha di delapan banjar dinasyang ada di Kecamatan Pupuan.Penyerahan bantuan disaksikan perwakilan dari Kementerian Desa dan PDTdan sejumlahpimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Tabanan.

Alat bantu usaha yang diserahkan meliputi lima bidang usaha sesuaihasil pendataan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa(DPMD) Tabanan. Di antaranya berupa alat pertukangan seperti mesin bor, mesin molen, gergaji manual,dan mesin.Alat pertanian seperti penyemprot hama, tandon air, traktor maupun mesin pengolahan padi. Ada juga generator, kompor gas, dan beberapa jenis peralatan lainnya.

Tabanan merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Bali yang menerima program Kementerian Desa dan PDT tahun anggaran 2017. Pilot project dalam peningkatan infrastruktur rumah tangga miskin sejak 2015 ini juga diterima Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Masing-masing kabupaten menerima bantuan dengan nilai sebesar Rp 350 juta.

Bupati Eka menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Desa dan PDT yang telah memberikan program bantuan tersebut. Dia berharap program inibisa menurunkan angka kemiskinan dan mengangkat angka produktivitas masyarakat dari kategori tidak mampu.Terkait program penanggulangan kemiskinan, Bupati Eka menegaskan harus dituntaskan dengan konsep gotong royong.“Tidak bisa sendiri-sendiri. Semua pihak maupun komponen masyarakat harus bekerja sama,” ungkapnya.

Bupati Eka berharap bantuan yang diserahkan Kementerian Desa dan PDT ini bisa memotivasi masyarakat penerima untuk berusaha dan berdikari. “Menjadi masyarakat yang mampu berdikari dan punya penghasilan cukup. Ingat, masalah kemiskinan ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kelompok-kelompok usaha yang dilakoni RTM (rumah tangga miskin) ini ke depannya juga harus didampingi. BUMDes dan BUMDa mesti ikut membantu,” tegasnya.gus

Komentar