Pelatihan Public Speaking di Yayasan Gayatri Widya Mandala

Made Nurbawa

TABANAN- Belasan anak Yayasan Sosial Gayatri Widya Mandala, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan mengikuti pelatihan dasar-dasar Public Speaking atau berbicara di depan umum, Kamis (25/1) sore. Kegiatan ini dipandu Putu Panca Wardani. Pelatihan yang digelar di salah satu ruang belajar yayasan tersebut diikuti oleh anak-anak usia SMP dan SMA putra dan putri dengan materi berupa pengenalan teknik, sikap berbicara atau orator (speaker), analisa pendengar (audience) dan pemahaman terhadap materi pembicaraan (speech). Metode pelatihan dikemas ringan dan langsung praktik.

Panca Wardani mengatakan, sebagai relawan, dirinya tertarik berbagi pengalaman kepada anak-anak yang tinggal di Yayasan Sosial Gayatri Widya Mandala. Menurutnya, melalui pelatihan public speaking sangat membantu untuk pembentukan karakter dan kepribadian positif bagi kalangan remaja sejak dini. “Saya ingin anak-anak di sini memiliki keberanian dan rasa percaya diri agar kelak mereka bisa menjadi insan yang mandiri dan berperilaku positif baik dalam dunia kerja maupun dalam pergaulan di masyarakat,” harap Panca Wardani.

Yayasan Sosial Gayatri Widya Mandala yang beralamat di Jalan Wibisana No 11 Tabanan, Bali ini adalah yayasan sosial yang didirikan untuk membantu anak-anak telantar agar memperoleh pendidikan yang layak serta meningkatkan kemandirian mereka melalui pengembangan minat dan bakat. Saat ini, pihak yayasan mengasuh 22 orang anak usia SMP dan SMA, 2 orang SD dan 1 balita. Ketua Yayasan, Eriana Herlisanti, S.Pd, mengatakan, di luar jam sekolah anak-anak usia SMP dan SMA rutin diberikan aneka pelatihan ketrampilan, kesenian, dan membuat bebantenan seperti banten otonan dan odalan. “Di sini anak-anak SMP wajib bisa membuat banten otonan dan yang SMA wajib bisa membuat banten ngodalin,” terangnya.

Dijelaskan, sejak 4 Desember 2017 lalu, Yayasan Gayatri Widya Mandala mulai melaksanakan pasraman bebantenan angkatan pertama bekerjasama dengan Kementerian Agama. Angkatan pertama diikuti siswa SMK se-Tabanan, setiap angkatan berlangsung selama 3 bulan dengan 2 kali pertemuan setiap minggu. Akhir bulan Pebruari nanti mereka tamat dan akan dilepas oleh pihak Kementerian Agama, setelah itu masuk lagi peserta pasraman angkatan kedua. “Untuk angkatan kedua peserta berasal dari kalangan umum, usia tidak dibatasi. Setiap angkatan sebanyak 40 orang, tetapi minimal 15 orang tetap kami layani, begitu seterusnya sampai 108 angkatan, itu cita-cita dan program kami,” terang Erlina. ∞ made nurbawa

Komentar