Akses Jalan Ngayut Ke Tukad Yeh Panahan Terputus

Jalan setapak menuju Tibu Pengrarungan di Tukad Yeh Panahan, Banjar Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan.

DAJANPEKEN – Jalan setapak menuju Tibu Pengrarungan di Tukad Yeh Panahan, Banjar Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan terputus akibat tanahnya longsor tergerus air hujan. Imbasnya, krama yang bertujuan ngangkid dan nganyut ke Tibu Pengrarungan harus cari tempat lain. Menurut informasi, jalan setapak ini telah terputus sejak tahun 2012 atau 6 tahun lalu.

Lokasi ini bertempat di ujung bawah Jalan MT. Haryono Gang IV, Banjar Dangin Carik. Jalan setapak selebar satu meter dengan panjang sekitar dua puluh meter ini juga mengakibatkan tembok panyengker rumah seorang warga setempat, I Wayan Windra, turut longsor. Tanah pekarangannya sebagian hanyut tergerus longsor. Windra mengaku telah melaporkan musibah itu ke BPBD Tabanan, anggota DPRD Tabanan, dan Pemerintah Desa Dajan Peken. “Hingga saat ini, belum ada perbaikan. Saya khawatir longsornya semakin parah dan pekarangan saya juga semakin luas tergerus,” ungkapnya, Minggu (24/2).

Menurutnya, selain karena pengaruh hujan, longsor yang semakin parah ini juga diakibatkan dinding saluran got juga ikut jebol. Saluran got ini merupakan saluran pembuangan beberapa telabah atau got menuju sungai Yeh Panahan. Terkait dengan jebolnya dinding got saluran pembuangan, Windra juga menyebutkan sering terjadi di beberapa titik. Warga di gang IV kemudian melakukan perbaikan dengan mengupah tukang. “Kami tak bisa memperbaiki tanah jebol karena membutuhkan biaya hingga seratusan juta,” sebut Windra yang pensiunan Dinas PU Provinsi Bali ini. Ia berharap instansi terkait di Tabanan segera memberikan perhatian dan melakukan renovasi terhadap jebolnya akses jalan setapak ini. Sehingga warga yang bermaksud menggelar ritual ke sungai Yeh Panahan bisa berjalan normal kembali. *rah

Komentar