Diterjang Hujan, Senderan Pura Merajapati Kukuh Jebol

Senderan Pura Merajapati Desa Pakraman Kukuh yang jebol menutup saluran irigasi dan badan jalan, Selasa (22/1).

KUKUH– Senderan Pura Merajapati Desa Pakraman Kukuh berlokasi di Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, jebol diterjang hujan lebat, Selasa (22/1). Material longsor menutup saluran irigasi subak Senapahan dan menutup badan jalan menuju Daya Tarik Wisata Alas Kedaton. Kerugian material atas bencana ala mini diperkirakan mencapai Rp 144 juta.

Menurut penuturan warga Lodalang, I Made Arya Wikanta (39), pada Senin (21/1) sekitar pukul 23.00 Wita terdengar suara bergemuruh di timur Setra Gandamayu Desa Pakraman Kukuh. Namun hujan begitu lebat sehingga Arya Wikanta yang tinggal di barat setra tidak keluar rumah untuk mengecek sumber suara itu. Selasa pagi sekitar pukul 05.30 Wita saat jalan-jalan menuju DTW Alas Kedaton, ia melihat senderan di timur Pura Merajapati jebol. Material longsor menimbun telabah atau saluran air dan menutup badan jalan. “Saya langsung mengabarkan musibah ini ke Kelian Dinas I Ketut Sukayadnya yang diteruskan ke perbekel,” ungkap Arya Wikanta ditemui di lokasi kejadian.

Mendapat laporan itu, Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto langsung turun ke lokasi dan memotret bencana. Selanjutnya foto bencana dikirim ke Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melalui pesan whatsapp. Tak berselang lama, petugas BPBD turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah mengetahui bencana di lapangan, petugas BPBD kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Tabanan untuk mendatangkan alat berat. “Kami sudah bersurat untuk mohon bantuan alat berat ke Dinas PUPR untuk dibantu alat berat,” ungkap Sugianto kepada Tabanan Post.

Sugianto mengungkapkan, senderan Pura Merajapati yang jebol sepanjang 15 meter dengan ketinggian 7,80 meter, dan lebar 5,50 meter. Pembangunan senderan ini menggunakan dana Desa Pakraman Kukuh. “Kerugian material ditaksir mencapai Rp 144 juta,” ungkap Sugianto. Jebolnya senderan Pura Merajapati ini diduga akibat struktur bangunan yang tidak kuat. Besi yang digunakan kecil dan tidak saling terkait. Dikatakan, dua hari sebelum bencana, tepatnya Minggu (20/1) sudah digelar rapat bersama Bendesa Adat Kukuh, I Gede Subawa, terkait lantai senderan di bagian atas yang retak. Namun sebelum pekerjaan perbaikan dilakukan, senderan yang baru sebulan selesai digarap ini jebol. sug

Komentar