Pensiunan PNS Tewas Sayat Urat Nadi

ILustrasi. Gambar download di internet

BELIMBING – Seorang kakek, Nengah Sedana (62) warga Banjar Suradadi, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, nekat mengakhiri hidup dengan cara menyayat urat nadi pada siku kiri, Jumat (11/1/2019). Korban diduga nekat bunuh diri karena frustasi akibat sakit gagal ginjal. Sejak empat tahun korban menjalani cuci darah. Korban merupakan pensiunan PNS.

Informasi di lapangan, pada Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 22.00 Wita, korban tidur bersama istrinya, Ni Nyoman Depen (60). Korban yang tidak bisa tidur kemudian duduk di kursi. Saat itu korban sempat meminta istrinya mengambil pisau untuk meraut kayu yang dipakai tongkat. Korban meminta istrinya menaruh pisau di tempat tidur. Depen tidak memenuhi permintaan suaminya menaruh pisau di tempat tidur, sebaliknya menaruh pisau di atas meja di ruang tamu.

Depen kemudian tidur. Sekitar pukul 23.10 Wita,  Depen terbangun dan tidak melihat korban di kamar tidur. Depen kemudian ke ruang tamu dan melihat suaminya bersimbah darah. Depen berteriak minta tolong dan didengar oleh I Made Suardana. Setelah dicek ternyata korban sudah dalam keadaan di atas kursi di ruang tamu dengan posisi memegang pisau di tangan kanan dan terdapat luka sayat  di urat nadi siku kiri.

Anggota Polsek Pupuan yang mendapatkan laporan warga kemudian turun ke TKP. Pahumas Polres Tabanan, AKP Surya Kusuma seizin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa bunuh diri itu. Berdasarkan keterangan keluarga korban diduga putus asa akibat sakit gagal ginjal yangg diderita sejak 4 tahun lalu dan rutin cuci darah. “Korban menyayat memutus  urat nadi tangan kiri dengan menggunakan pisau belati sehingga kehabisan darah dan meninggal dunia,” ungkap AKP Surya Kusuma. sug

Komentar