Polsek Selemadeg Bekuk Dua Pencuri Coklat dan Cengkih

SELEMADEG - Polsek Selemadeg, Tabanan berhasil mengungkap kasus pencurian coklat dan cengkih kering, Kamis (6/9). Kasus pencurian ini dilaporkan oleh Priyanto, 60, Rabu (5/9). Kasus pencurian ini diduga terjadi sejak bulan Mei hingga September di gudang penyimpanan dan penjemuran coklat serta cengkih milik Priyanto di Banjar Dinas Bajera Kaja,Desa Bajera, Selemadeg. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga Rp 18.400.000. Pelaku pencurian yakni Stefabus Nurdin alias Yonas, 22, dan Fendiyati Sarfin, 21. Keduanya kos tidak jauh dari lokasi pencurian. Kapolsek Selememadeg, Kompol Nyoman Sukanada, mengatakan korban sudah sejak lama punya usaha jual beli coklat dan cengkih. Coklat dan cengkih itu dibelinya dari masyarakat di Kecamatan Selemadeg lalu dikeringkan dan dibersihkan baru dijual lagi kepada pengusaha coklat dan cengkih besar di Penyaringan Jembrana. Pengiriman menggunakan mobil box L-300 milik korban. Dalam kegiatan usahanya tersebut korban dibantu 2 orang buruh (pelaku) dan seorang sopir bernama Yudy. Para buruh kesehariannya menjemur coklat dan cengkih hingga kering lalu diayak agar bersih debunya, lalu dikirim oleh korban ke Penyaringan Jembrana oleh sopir dengan bukti pengiriman resmi. Mulai sekitar bulan Mei-Agustus 2018, pelaku saat melaksanakan tugasnya menjemur dan menyimpan coklat dan cengkih yang telah kering sedikit demi sedikit (antara 10-17 kg sekali pengambilan di sekitar lebih dari 50 kali pengambilan) diam-diam tanpa sepengetahuan korban (majikan) mengambil coklat dan cengkih kering tersebut di gudang dan tempat penjemuran lalu menyembunyikanya di luar tembok areal gudang. Ketika situasi sudah sepi pelaku mengambilnya kembali dan terus menjual coklat dan cengkih kering itu di kios wilayah Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur Tabanan dan ke toko di Pekutatan Jembrana. Uang hasil penjualannya dibagi oleh pelaku untuk keperluan belanja makan dan minum sehari-hari serta untuk beli baju dan beli sepeda motor. Selama pelaku diam-diam melakukan aksinya diperkirakan coklat kering yang telah diambilnya sekitar 500 kg dengan harga per kg kisaran Rp 29.000-30.000 sedang cengkih kering sekitar 56 kg dengan harga per kg kisaran Rp 80.000-85.000. Ada pun pengungkapan peristiwanya oleh petugas berawal dari pelapor menemukan dua kampil kecil isian setengah di salah satu kamar saksi, Cornelia Mercy, tanpa sepengetahuan pemilik kamar dan berawal dari itulah akhirnya pelapor mencurigai bahwa selama ini terus berkurangnya jumlah stok barang di gudang. Korban pun melapor ke Polsek Selemadeg. Petugas bersama korban diam-diam memantau dan menyelidiki barang yg ditemukan itu dan yang diduga telah hilang secara langsung maupun melalui CCTV rumah korban. Dari hasil penyelidikan itu barulah kemudian petugas berani memastikan bahwa pelakunya adalah buruh korban sendiri. Petugas bersama pelapor menangkap pelaku dan menginterogasinya, sehingga pelaku mengakui jujur perbuatannya telah mengambil sedikit demi sedikit coklat dan cengkih kering milik korban di gudang lalu dijual di Megati Kelod dan Pekutatan Jembrana. Pelaku dikenakan Pasal 363 (1) ke 3 dan ke 4 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. sug

Komentar